

I Kept My Father's Seventh Day of Mourning, My Brother Only Then Remembered I Am a Married-Out Daughter
After her father passed away, Liu Yulan, who had taken care of him for ten years, was pressured by her older brother and sister-in-law on the very day of his seventh-day memorial to sign a waiver of inheritance. Faced with the prejudice that "married-out daughters should not get a share of the family property," she did not simply back down, but instead used recordings, bills, and evidence to defend her dignity and rights. As the will left behind by her father was made public, the truth gradually came to light, and she also learned to use the law to hold on to the justice she deserved. After experiencing the test of family affection, Liu Yulan rediscovered the courage to live. The story conveys the positive energy of filial piety, respect for women, and defending rights according to the law; true family affection lies not only in blood ties, but even more in responsibility, understanding, and commitment.
Main characters: Liu Yulan
Also known as: 我守了父亲头七,哥哥才想起我是外嫁女
Aku Menjaga Hari Ketujuh Kematian Ayahku, Barulah Kakak Laki-lakiku Ingat Bahwa Aku Adalah Anak Perempuan yang Sudah Menikah Keluar (57 episode)
Setelah ayahnya meninggal, Liu Yulan yang telah merawatnya selama sepuluh tahun justru dipaksa oleh kakak dan iparnya untuk menandatangani surat pelepasan…
Setelah ayahnya meninggal, Liu Yulan yang telah merawatnya selama sepuluh tahun justru dipaksa oleh kakak dan iparnya untuk menandatangani surat pelepasan warisan tepat di hari ketujuh. Dihadapkan dengan prasangka bahwa "anak perempuan yang sudah menikah tidak berhak membagi harta keluarga," dia tidak tinggal diam mengalah, melainkan menggunakan rekaman, tagihan, dan bukti untuk membela martabat serta hak-haknya. Seiring dengan diungkapkannya surat warisan yang ditinggalkan oleh sang ayah, kebenaran perlahan-lahan terungkap, dan dia pun belajar mengandalkan hukum untuk mempertahankan keadilan yang seharusnya didapatkan. Setelah mengalami ujian kasih sayang keluarga, Liu Yulan menemukan kembali keberanian untuk hidup. Cerita ini menyampaikan energi positif tentang berbakti kepada orang tua, menghormati wanita, dan membela hak secara hukum; kasih sayang keluarga yang sejati tidak hanya terletak pada ikatan darah, tetapi lebih pada tanggung jawab, pengertian, dan komitmen.
我守了父亲头七,哥哥才想起我是外嫁女 · I Kept My Father's Seventh Day of Mourning, My Brother Only Then Remembered I Am a Married-Out Daughter