

A Home Without Taking Things For Granted
After their marriage, Xu Tang and Zhou Chengyu lived a stable life, but his parents asked for five hundred thousand to help his younger brother buy a house. Faced with the habitual demands and partiality of their original family, husband Zhou Chengyu broke the inherent concept that 'the eldest brother must pay infinitely,' defending the bottom line of his own small family. Through family conflicts, elders being hospitalized, and other major events, the family slowly reflected on the boundaries of family affection. The younger brother shed his dependence and learned to stand on his own, the elders suddenly realized the importance of fairness, and ultimately the brothers jointly shouldered the responsibility of supporting them. Everyone came to understand that true family affection is not blind sacrifice and perfection, but by guarding boundaries and understanding one another, a family can harvest harmony and warmth.
Main characters: Xu Tang, Zhou Chengyu
Supporting characters: Chen Hao, Xiaoqian
Also known as: 家无理所当然
Rumah Tanpa Hak Istimewa Yang Dianggap Wajar (70 episode)
Setelah menikah, Xu Tang dan Zhou Chengyu menjalani kehidupan yang stabil, namun pihak keluarga mertua meminta dana sebesar lima ratus ribu untuk membantu…
Setelah menikah, Xu Tang dan Zhou Chengyu menjalani kehidupan yang stabil, namun pihak keluarga mertua meminta dana sebesar lima ratus ribu untuk membantu adik ipar membeli rumah. Menghadapi tuntutan kebiasaan dan pilih kasih dari keluarga asal, sang suami Zhou Chengyu memecahkan konsep lama bahwa 'anak sulung harus berkorban tanpa batas,' dan mempertahankan batas bawah dari keluarga kecil mereka sendiri. Melalui konflik keluarga, orang tua yang dirawat di rumah sakit, dan berbagai peristiwa lainnya, keluarga tersebut perlahan-lahan merenungkan batas-batas kasih sayang keluarga. Sang adik ipar melepaskan ketergantungan dan belajar untuk mandiri, para tetua tiba-tiba menyadari pentingnya keadilan, dan akhirnya kedua kakak beradik bersama-sama memikul tanggung jawab untuk menafkahi. Semua orang mengerti bahwa kasih sayang keluarga sejati bukanlah pengorbanan dan pemenuhan yang membabi buta, melainkan dengan menjaga batas dan saling memahami, sebuah keluarga baru dapat memanen keharmonisan dan kehangatan.
家无理所当然 · A Home Without Taking Things For Granted