

Layer Upon Layer of Scheming, All for Nothing in the End
After returning to her hometown, Zhou Xiaonan donates her family's unused homestead land to the village free of charge to build a garbage transfer station. However, the plot is right next to Li Jianguo's house, sparking an ongoing conflict between the two families. Li Jianguo believes the transfer station will seriously disrupt his family's daily life. He takes the lead in obstructing construction, cutting cables, dumping garbage in the road, and even secretly building a wall that encroaches on a communal drainage ditch, causing water to accumulate in neighboring courtyards. The two sides repeatedly clash over property boundaries, drainage, tree cutting, and ownership of an old forest plot, eventually engaging in a fierce dispute over funeral arrangements. With intervention and mediation from various village and township authorities, each dispute is investigated and resolved in accordance with the law. After numerous twists and turns, everyday life and order gradually return to the countryside.
Main characters: Zhou Xiaonan
Supporting characters: Li Jianguo
Also known as: 层层算计,到头一场空
Siasat Bertumpuk, Pada Akhirnya Semua Sia-Sia (80 episode)
Setelah kembali ke kampung halaman, Zhou Xiaonan menyumbangkan tanah pekarangan milik keluarganya yang tidak terpakai secara cuma-cuma kepada desa untuk…
Setelah kembali ke kampung halaman, Zhou Xiaonan menyumbangkan tanah pekarangan milik keluarganya yang tidak terpakai secara cuma-cuma kepada desa untuk membangun tempat penampungan sementara sampah. Namun, tanah tersebut berbatasan langsung dengan rumah Li Jianguo, sehingga memicu konflik berkepanjangan antara kedua keluarga. Li Jianguo menganggap tempat penampungan sampah itu sangat mengganggu kehidupan keluarganya. Ia memimpin aksi menghalangi pembangunan, memutus kabel, menumpuk sampah hingga menghalangi jalan, bahkan diam-diam membangun tembok yang menutupi saluran drainase milik bersama hingga menyebabkan halaman rumah para tetangga tergenang air. Kedua pihak berulang kali berselisih mengenai batas tanah, saluran air, penebangan pohon, serta kepemilikan lahan hutan lama. Bahkan, mereka terlibat pertikaian sengit mengenai urusan pemakaman. Setelah berbagai instansi desa dan kecamatan turun tangan untuk melakukan mediasi, setiap perselisihan akhirnya diperjelas dan diselesaikan sesuai hukum. Setelah melewati begitu banyak perselisihan dan masalah, kehidupan pedesaan akhirnya kembali berjalan normal.
层层算计,到头一场空 · Layer Upon Layer of Scheming, All for Nothing in the End